Wednesday, January 27, 2010

Diam

Posted by engi at 7:39:00 PM 0 comments Links to this post

Beberapa hari ini aku terdiam, tak ada keinginan buat ngeblog. Tak ada  keinginan bersuara. Cuma dalam kepala ini yang berkecamuk. Banyak keinginan, banyak rencana, bingung mulai memulai dari mana. Ada rasa takut atas ketidakpastian, tapi kepercayaan bahwa semuanya pasti baik-baik saja juga mengisi pikiranku.

Rasa marah sering sekali mencoba masuk relung hati, diikuti rasa lelah yang entah dari mana datangnya. Mencoba melawan dengan terus berucap, aku pasti bisa! Menampar jiwaku sendiri untuk bangun dari sisi lemah ini..

Semuanya terjadi dalam kepalaku...

Friday, January 15, 2010

Three Cups of Tea

Posted by engi at 5:54:00 PM 5 comments Links to this post

In 1992, Greg Mortenson attempted to climb K2, the world's second highest mountain, in the Karakoram range of northern Pakistan, as a way of honoring the memory of his deceased sister Christa.[5] After more than 70 days on the mountain, Greg and three other climbers had their ascent interrupted by the need to complete a 75-hour life-saving rescue of a fifth climber. After getting lost during his descent, he became weak and exhausted, and by chance alone, instead of arriving in Askole, where his porters awaited, he came across Korphe, a small village built on a shelf jutting out from a canyon. He was greeted and taken in by the chief elder of Korphe, Haji Ali of Korphe.
To repay the remote community for its hospitality, Mortenson promised to build a school for the village. After difficulties in raising capital, Mortenson was introduced to Jean Hoerni, a Silicon Valley pioneer who donated the money that Mortenson needed for his school. In the last months of Hoerni's life (Hoerni was dying from leukemia), he co-founded the Central Asia Institute, endowing the CAI to build schools in rural Pakistan and Afghanistan.
Mortenson faced many daunting challenges in his quest to raise funds for the building of more than 55 schools in Taliban territory, including death threats from Islamic mullahs, long periods of separation from his family, and being kidnapped by Taliban sympathizers.
Reflecting on the state of the post-9/11 world, Mortenson argues that extremism in the region can be deterred through collaborative efforts to alleviate poverty and improve access to education, especially for girls. Formerly, schooling focused on the boys, but educated boys tend to move to the cities to find jobs, and seldom return. By contrast, educated girls tend to remain in the community and pass their enhanced knowledge to the next generation. Thus, Mortenson suggests, educating girls has more of a lasting benefit for the community.

Click here for free download Three Cups of Tea e books

Thursday, January 14, 2010

Perdagangan Manusia (Human Trafficking)

Posted by engi at 3:30:00 PM 0 comments Links to this post


Human is Not For Sale, Stop Human Trafficking!!

Beberapa minggu terakhir ini kita sering sekali mendengar peristiwa penculikan bayi di PUSKESMAS atau rumah sakit karena kelalaian pihak PUSKESMAS atau rumah sakit tempat sang ibu bersalin. Peristiwa ini terjadi di Jakarta dan Semarang. Pihak kepolisian menduga penculikan ini berkaitan dengan mafia perdagangan anak (child trafficking) yang sedang marak di Indonesia. Sungguh tragis bukan? Seorang ibu yang telah bersusah payah mengandung selama 9 bulan, mempertaruhkan nyawa saat melahirkan, setelah itu tiba-tiba kehilangan Sang buah hati yang dinanti-nantikan selama ini. Sungguh terlalu! Free Smileys

Peristiwa trafficking lain baru-baru ini (Desember 2009) terjadi di Tulungagung. Seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas VI SD menjadi korban trafficking dan pencabulan 8 orang pemuda yang masih tetangganya. Si tersangka mencabuli korban dan menawarkan  kepada 7 temannya untuk mencabuli korban dengan meminta imbalan 15-50ribu rupiah per orang. Tersangka "menjual" tetangganya hanya untuk sejumlah uang, deuh... sungguh  tidak beradab!

Tiga peristiwa yang disebutkan diatas hanyalah sebagian dari sekian ribu kasus yang terjadi di Indonesia, yang mungkin tidak terdeteksi oleh pihak kepolisian negara ini. Dan kenyataan ini sangatlah menyedihkan Free Avatars
Untuk mencegah dan meminimalisir angka human trafficking yang mungkin ada di sekitar kita, peran serta kita sebagai bagian masyarakat sangatlah penting. Untuk itu pengetahuan dasar tentang human trafficking sangatlah dibutuhkan. Oleh karena itu Engi mencoba untuk menyajikan rangkuman pengetahuan tentang topik ini untuk readers semua.

Apakah Perdagangan Manusia (Human Trafficking) itu?

Definisisi Menurut Persatuan Bangsa Bangsa (PBB)
Perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan, atau penerimaan seseorang, dengan ancaman, atau penggunaan kekerasan, atau bentuk-bentuk pemaksaan lain, penculikan, penipuan, kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau memberi atau menerima bayaran atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang yang mempunyai wewenang atas orang lain, untuk tujuan eksploitasi. (Protokol PBB tahun 2000 untuk Mencegah, Menanggulangi dan Menghukum Trafiking terhadap Manusia, khususnya perempuan dan anak-anak; Suplemen Konvensi PBB mengenai Kejahatan Lintas Batas Negara) 

Definisi menurut UU nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang
Tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasa, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan didalam negara untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.



Faktor-Faktor Penyebab Perdagangan Manusia (Human Trafficking)
  • Kurangnya Kesadaran: Banyak orang yang bermigrasi untuk mencari kerja baik di Indonesia ataupun di luar negeri tidak mengetahui adanya bahaya trafiking dan tidak mengetahui cara-cara yang dipakai untuk menipu atau menjebak mereka dalam pekerjaan yang disewenang-wenangkan atau pekerjaan yang mirip perbudakan.
  • Kemiskinan: Kemiskinan telah memaksa banyak keluarga untuk merencakanan strategi penopang kehidupan mereka termasuk bermigrasi untuk bekerja dan bekerja karena jeratan hutang, yaitu pekerjaan yang dilakukan seseorang guna membayar hutang atau pinjaman.
  • Keinginan Cepat Kaya: Keinginan untuk memiliki materi dan standar hidup yang lebih tinggi memicu terjadinya migrasi dan membuat orang-orang yang bermigrasi rentan terhadap trafiking.
  • Faktor Budaya: Faktor-faktor budaya berikut memberikan kontribusi terhadap terjadinya trafiking:
  • Peran Perempuan dalam Keluarga: Meskipun norma-norma budaya menekankan bahwa tempat perempuan adalah di rumah sebagai istri dan ibu, juga diakui bahwa perempuan seringkali menjadi pencari nafkah tambahan/pelengkap buat kebutuhan keluarga. Rasa tanggung jawab dan kewajiban membuat banyak wanita bermigrasi untuk bekerja agar dapat membantu keluarga mereka.
  • Peran Anak dalam Keluarga: Kepatuhan terhadap orang tua dan kewajiban untuk membantu keluarga membuat anak-anak rentan terhadap trafiking. Buruh/pekerja anak, anak bermigrasi untuk bekerja, dan buruh anak karena jeratan hutang dianggap sebagai strategi-strategi keuangan keluarga yang dapat diterima untuk dapat menopang kehidupan keuangan keluarga.
  • Perkawinan Dini: Perkawinan dini mempunyai implikasi yang serius bagi para anak perempuan termasuk bahaya kesehatan, putus sekolah, kesempatan ekonomi yang terbatas, gangguan perkembangan pribadi, dan seringkali, juga perceraian dini. Anak-anak perempuan yang sudah bercerai secara sah dianggap sebagai orang dewasa dan rentan terhadap trafiking disebabkan oleh kerapuhan ekonomi mereka.
  • Sejarah Pekerjaan karena Jeratan Hutang: Praktek menyewakan tenaga anggota keluarga untuk melunasi pinjaman merupakan strategi penopang kehidupan keluarga yang dapat diterima oleh masyarakat. Orang yang ditempatkan sebagai buruh karena jeratan hutang khususnya, rentan terhadap kondisi-kondisi yang sewenang-wenang dan kondisi yang mirip dengan perbudakan.
  • Kurangnya Pencatatan Kelahiran: Orang tanpa pengenal yang memadai lebih mudah menjadi mangsa trafiking karena usia dan kewarganegaraan mereka tidak terdokumentasi. Anak-anak yang ditrafik, misalnya, lebih mudah diwalikan ke orang dewasa manapun yang memintanya.
  • Kurangnya Pendidikan: Orang dengan pendidikan yang terbatas memiliki lebih sedikit keahlian/skill dan kesempatan kerja dan mereka lebih mudah ditrafik karena mereka bermigrasi mencari pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian.
  • Korupsi & Lemahnya Penegakan Hukum: Pejabat penegak hukum dan imigrasi yang korup dapat disuap oleh pelaku trafiking untuk tidak mempedulikan kegiatan-kegiatan yang bersifat kriminal. Para pejabat pemerintah dapat juga disuap agar memberikan informasi yang tidak benar pada kartu tanda pengenal (KTP), akte kelahiran, dan paspor yang membuat buruh migran lebih rentan terhadap trafiking karena migrasi ilegal. Kurangnya budget/anggaran dana negara untuk menanggulangi usaha-usaha trafiking menghalangi kemampuan para penegak hukum untuk secara efektif menjerakan dan menuntut pelaku trafiking.
Bentuk - Bentuk Perdagangan Manusia
Perdagangan manusia sering sekali terjadi pada wanita dan anak - anak, bentuk perdagangan manusia yang terjadi diantaranya: 

Kerja Paksa Seks & Eksploitasi seks baik di luar negeri maupun di wilayah Indonesia.

Dalam banyak kasus, perempuan dan anak-anak dijanjikan bekerja sebagai buruh migran, PRT, pekerja restoran, penjaga toko, atau pekerjaan-pekerjaan tanpa keahlian tetapi kemudian dipaksa bekerja pada industri seks saat mereka tiba di daerah tujuan. Dalam kasus lain, berapa perempuan tahu bahwa mereka akan memasuki industri seks tetapi mereka ditipu dengan kondisi-kondisi kerja dan mereka dikekang di bawah paksaan dan tidak diperbolehkan  menolak bekerja. 

Pembantu Rumah Tangga (PRT) – baik di luar ataupun di wilayah Indonesia.

PRT baik yang di luar negeri maupun yang di Indonesia di trafik ke dalam kondisi kerja yang sewenang-wenang termasuk: jam kerja wajib yang sangat panjang, penyekapan ilegal, upah yang tidak dibayar atau yang dikurangi, kerja karena jeratan hutang, penyiksaan fisik ataupun psikologis, penyerangan seksual, tidak diberi makan atau kurang makanan, dan tidak boleh menjalankan agamanya atau diperintah untuk melanggar agamanya. Beberapa majikan dan agen menyita paspor dan dokumen lain untuk memastikan para pembantu tersebut tidak mencoba melarikan diri. 

Bentuk Lain dari Kerja Migran – baik di luar ataupun di wilayah Indonesia.


Meskipun banyak orang Indonesia yang bermigrasi sebagai PRT, yang lainnnya dijanjikan mendapatkan pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian di pabrik, restoran, industri cottage, atau toko kecil. Beberapa dari buruh migran ini ditrafik ke dalam kondisi kerja yang sewenang-wenang dan berbahaya dengan bayaran sedikit atau bahkan tidak dibayar sama sekali. 

Penari, Penghibur & Pertukaran Budaya – terutama di luar negeri.

Perempuan dan anak perempuan dijanjikan bekerja sebagai penari duta budaya, penyanyi, atau penghibur di negara asing. Pada saat kedatangannya, banyak dari perempuan ini dipaksa untuk bekerja di industri seks atau pada pekerjaan dengan kondisi mirip perbudakan.

Pengantin Pesanan – terutama di luar negeri.

Beberapa perempuan dan anak perempuan yang bermigrasi sebagai istri dari orang berkebangsaan asing, telah ditipu dengan perkawinan. Dalam kasus semacam itu, para suami mereka memaksa istri-istri baru ini untuk bekerja untuk keluarga mereka dengan kondisi mirip perbudakan atau menjual mereka ke industri seks. 

Buruh/Pekerja Anak – terutama di Indonesia.

Beberapa (tidak semua) anak yang berada di jalanan untuk mengemis, mencari ikan di lepas pantai seperti jermal, dan bekerja di perkebunan telah ditrafik ke dalam situasi yang mereka hadapi saat ini.

Penjualan Bayi – baik di luar negeri ataupun di Indonesia.

Beberapa buruh migran Indonesia (TKI) ditipu dengan perkawinan palsu saat di luar negeri dan kemudian mereka dipaksa untuk menyerahkan bayinya untuk diadopsi ilegal. Dalam kasus yang lain, ibu rumah tangga Indonesia ditipu oleh PRT kepercayaannya yang melarikan bayi ibu tersebut dan kemudian menjual bayi tersebut ke pasar gelap.

Sedikit informasi diatas memberikan kita gambaran tentang perdagangan manusia yang mungkin ada di sekitar kita tanpa kita menyadarinya. Adanya kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar kita sangatlah penting untuk mencegah atau setidaknya mengurangi angka trafficking di Indonesia. Tentu saja usaha kita sebagai masyarakat membutuhkan dukungan penuh dari aparat pemerintah dan kepolisian.

BEWARE!!!

Informasi selanjutnya mengenai trafficking di Indonesia akan segera menyusul...







Wednesday, January 13, 2010

At Last...New Template!!!

Posted by engi at 1:54:00 PM 0 comments Links to this post
Just like a butterfly which through metamorphosis process from egg - caterpillar - cocoon - butterfly, I also want this blog through the same process... 

I start to learn how to make blog on July 2009. This is my first blog, white minima design being my default template. At the first time, I planned to use this template for temporary. At least for 1 or 2 months, but the fact is different I keep using this template until yesterdayAshamed Emoticons It means almost 7 months! Awgh.. awgh.. awgh.. how lazy Free Avatars

Decide the right template for my blog is a big deal for me, it should be fit my taste and compatible with my previous page element so I don't need to make a lot changes on it. As I cannot make my own templates (I'm not proud of it guys...Free Avatars ) I decide to search free templates for my blog. I can recommend you some sites that have good designs and all able to be downloaded for FREE Party Emoticons Please refer to list below

Free Website Templates

All websites templates above are definitely free. Some of websites stated we are able to download for free, but the fact is different! We must pay some amount of Dollar, WTF?! Free Smileys

After searching for few days, I decide to use one of template that available in BTemplates that for me it's quite simple. To install new template when we already install another old template for some time will be more difficult than installing template into new blog, because we already added some page elements  (widgets) that somehow not available in our new template. If we are not aware about it we could lost some page element  (widgets) that important for us such as follower element, adsense element, visitor tracker element., etc .To prevent this happen  we must make back up of our current template and then transfer widgets to the new templates. Thanks to David for share step by step to transfer the widgets!  

At last.. Yesterday I change my template and taraaaaa.... this is it my new blog look Free Emoticons

Tuesday, January 12, 2010

The Girl Who Played with Fire

Posted by engi at 12:17:00 PM 0 comments Links to this post

Mikael Blomkvist, publisher of Millennium magazine, has made his living exposing the crooked and corrupt practices of establishment Swedish figures. So when a young journalist approaches him with a meticulously researched thesis about sex trafficking in Sweden and those in high office who abuse underage girls, Blomkvist immediately throws himself into the investigation.

He’s had no contact with tattoed wild-child and computer hacker extraordinaire Lisbeth Salander since they risked their lives on a terrifying hunt for a serial killer last year (see The Girl with the Dragon Tattoo). But unknown to Blomkvist, Salander has had contact with him – or at least, with his computer hard drive, which she has cloned and is monitoring from the vast new apartment she has bought with her fraudulently obtained fortune.

Repeatedly abused while young, Salander is a traumatized survivor of the care system in Sweden – but she’s no helpless victim. A punk avenging angel with boxing skills, a photographic memory and pathologically focussed on seeking out and punishing violent misogynists, Salander is drawn to the investigation on Blomkvist’s computer. So while Blomkvist and his fellow Millennium idealists research the sex industry according to the rules of good journalism, Salander – spurred on by the appalling case studies of teenage prostitution she finds on Blomkvists computer – takes matters into her own hands. She plots punishment for the traffickers, but before she can carry out her own brand of justice, she is accused of three murders, all connected to the sex trafficking exposé about to be published in Millennium.

To avoid capture by the police, Salander vanishes. While the tabloids go wild at the idea of a “psychotic lesbian SM Satanist” on the run, Blomkvist tries despairingly to clear her name, though he can’t find her anywhere. When he does eventually make contact, it is to discover that Salander is more embroiled in his investigation than he could have thought possible. It turns out that for Salander, the trail of guilt leads shockingly close to home.

Click here for free download "The Girl Who Played With Fire" e book

The Girl With the Dragon Tattoo

Posted by engi at 11:58:00 AM 0 comments Links to this post

A middle-aged journalist, Mikael Blomkvist, publishes the magazine Millennium in Stockholm. In the opening courtroom drama, Blomkvist loses a libel case brought by accused Swedish industrialist Hans-Erik Wennerström, and this has serious repercussions for the future of Millennium. In disgrace, Blomkvist agrees to be hired by Henrik Vanger, the aged former CEO of the Vanger companies, owned by a wealthy but dysfunctional dynasty. The old man offers not only to help his financially strapped magazine, but also to give him information to prove that Wennerström is corrupt. Officially, he is to spend a year writing the Vanger family history.

Blomkvist's real mission, however, is to solve a cold case—the disappearance, some forty years previously, of Vanger's great-niece Harriet when she was sixteen. Blomkvist encounters "the old Miss Marple closed-room scenario" with all the rich suspects marooned on the family estate on an island, "a village we grow familiar with, full of hostile locals peering out from behind their curtains".[1]

Blomkvist reads crime novelists Sue Grafton, Val McDermid and Elizabeth George and enjoys amateur sleuthing and investigative journalism, all of which assists him with Henrik Vanger's investigation. The locked-room scenario applies since the island on that fateful day was sealed off from the mainland due to a road-tanker crash on the only bridge. Henrik Vanger believes that Harriet (his brother's granddaughter) was murdered by one of his family members on the island. In addition, Harriet had given Henrik a present of pressed flowers every year since she was eight years old. On Henrik's birthday the year after Harriet's vanishing, he again received a present of pressed flowers, and he continued to receive such flowers, sent from various parts of the world, which he believes to be sent by the killer.

Blomkvist comes to feel that he can discover nothing new. But the real main character of the story now appears—Lisbeth Salander, an asocial punk who has been victimized by authorities throughout her life. By accident, she meets Blomkvist and the unlikely couple form another classic detective pair where the hunters become the hunted. When Blomkvist teams up with Salander, their delving into family secrets sheds a disturbing and shocking light on the four-decade-long puzzle.

 Click here for free download THE GIRL WITH THE DRAGON TATTOO e book

Friday, January 8, 2010

Rain

Posted by engi at 9:58:00 PM 0 comments Links to this post


It's January!

For Javanese, January are well known as Rainy Month. As in Javanese language January or Januari (in javanese) is acronym of "Ujan sehari-hari" or Rainy days. Yep, as it called everyday is raining. From light rain until heavy rain, but mostly its heavy rain with thick dark cloud, thunder, and strong wind. Scary... T_T

Rain, mass of water that fall from clouds in the sky.. I remember I really like it when I was a kid. My mom was forbid me to play in the rain if I didn't want to bring umbrella. But kid is a kid, tho I brought umbrella I still got wet cuz I ran so fast in the middle of the rain then the umbrella is flew away, lol. U huh.. then I went back home all wet... My mom sent me to the bath room and push me to take a bath right away... If not I will got fever.. Mom.. u're the best ^_^

Another best thing about rain is when I walk in the rain, nobody will know when I'm crying.. Sad, but somehow it's healing...

I remember when I was in university, we always love when it's raining in the morning... The lecturer usually late come to class because of it, ehehehe... students love this kind of matter:p But when it come part of washing clothes, rain is the biggest enemy of students... Almost everyday sunshine is covered by the clouds..will require more than a day to dry the clothes :( Bad day.. bad day...

Well ... somehow rain is a gift from our God... we should give thanks to Him*_*

Friday, January 1, 2010

Happy New Year 2010

Posted by engi at 11:37:00 PM 1 comments Links to this post



HAPPY NEW YEAR 2010


Today is the first day of 2010. Some people celebrate new years eve by attending counting down party or watching fireworks with BF, family or friends. But last night I just stay at home, watching TV (one of the TV station broadcast Spiderman 3 Movie ^0^) while chatting by YM with my friend who lives in another city. No celebration, no nervous heart beat, no barbeque.. last night just a normal night ^_^

Today, just like like another day. The only difference is the calendar has changed, lol. Still the same old brand new day... But for the most people - including me - new year is a moment of changes. Change to become better in life, work, or maybe relationship. People wishing for something better thats the point! And new year is a good  moment to start it, to reach your dream...

However you addressing new year moment, I believe you already make the right decission^_^


 

I Like It!!! Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review