Saturday, February 20, 2010

My new blog : BOOKS LOVER

Posted by engi at 10:53:00 PM 0 comments
I made  some post about free e books in this blog. I realize I make blog refer to certain topics, for instance special blog for free e books, shopping, and my personal blog. So I decided to make new blog for my reading books hobby ;) My new blog name is :
BOOKS LOVER
This blog is dedicated for you all who love to read. I will provide you with information of interesting books, and also if possible i will provide you with free download able e book :D 
Should you interesting to read it, please visit:

Friday, February 19, 2010

It's My B-day!

Posted by engi at 9:37:00 PM 0 comments

It's 19 February! It's my Bday!!!

I'm 26 this year, means start to step on maturity ages :D Personal maturity is ought to be reached soonest possible, lessen negativity and added positivity. Easy to talk but not easy to do! -_-
My current problem is my emotional stability. Ghos I found its difficult to control it lately! My living environment really testing my patience. Sometimes I feels like gonna blow up, and hit every single thing surround me! Like a bomb! :D Thanks God I never reached that stage yet... I just need to take a deep long breath to control my self and take a shower to lower my body temperature...

Another issue is my business matter.
This year resolution is to make dream comes true! Needs hard work and prays to God regularly.. hopefully everything going thru my plan ^_^

Amien...

PS : Nobody give me present this year, poor me T_T

Wednesday, January 27, 2010

Diam

Posted by engi at 7:39:00 PM 0 comments

Beberapa hari ini aku terdiam, tak ada keinginan buat ngeblog. Tak ada  keinginan bersuara. Cuma dalam kepala ini yang berkecamuk. Banyak keinginan, banyak rencana, bingung mulai memulai dari mana. Ada rasa takut atas ketidakpastian, tapi kepercayaan bahwa semuanya pasti baik-baik saja juga mengisi pikiranku.

Rasa marah sering sekali mencoba masuk relung hati, diikuti rasa lelah yang entah dari mana datangnya. Mencoba melawan dengan terus berucap, aku pasti bisa! Menampar jiwaku sendiri untuk bangun dari sisi lemah ini..

Semuanya terjadi dalam kepalaku...

Friday, January 15, 2010

Three Cups of Tea

Posted by engi at 5:54:00 PM 5 comments

In 1992, Greg Mortenson attempted to climb K2, the world's second highest mountain, in the Karakoram range of northern Pakistan, as a way of honoring the memory of his deceased sister Christa.[5] After more than 70 days on the mountain, Greg and three other climbers had their ascent interrupted by the need to complete a 75-hour life-saving rescue of a fifth climber. After getting lost during his descent, he became weak and exhausted, and by chance alone, instead of arriving in Askole, where his porters awaited, he came across Korphe, a small village built on a shelf jutting out from a canyon. He was greeted and taken in by the chief elder of Korphe, Haji Ali of Korphe.
To repay the remote community for its hospitality, Mortenson promised to build a school for the village. After difficulties in raising capital, Mortenson was introduced to Jean Hoerni, a Silicon Valley pioneer who donated the money that Mortenson needed for his school. In the last months of Hoerni's life (Hoerni was dying from leukemia), he co-founded the Central Asia Institute, endowing the CAI to build schools in rural Pakistan and Afghanistan.
Mortenson faced many daunting challenges in his quest to raise funds for the building of more than 55 schools in Taliban territory, including death threats from Islamic mullahs, long periods of separation from his family, and being kidnapped by Taliban sympathizers.
Reflecting on the state of the post-9/11 world, Mortenson argues that extremism in the region can be deterred through collaborative efforts to alleviate poverty and improve access to education, especially for girls. Formerly, schooling focused on the boys, but educated boys tend to move to the cities to find jobs, and seldom return. By contrast, educated girls tend to remain in the community and pass their enhanced knowledge to the next generation. Thus, Mortenson suggests, educating girls has more of a lasting benefit for the community.

Click here for free download Three Cups of Tea e books

Thursday, January 14, 2010

Perdagangan Manusia (Human Trafficking)

Posted by engi at 3:30:00 PM 0 comments


Human is Not For Sale, Stop Human Trafficking!!

Beberapa minggu terakhir ini kita sering sekali mendengar peristiwa penculikan bayi di PUSKESMAS atau rumah sakit karena kelalaian pihak PUSKESMAS atau rumah sakit tempat sang ibu bersalin. Peristiwa ini terjadi di Jakarta dan Semarang. Pihak kepolisian menduga penculikan ini berkaitan dengan mafia perdagangan anak (child trafficking) yang sedang marak di Indonesia. Sungguh tragis bukan? Seorang ibu yang telah bersusah payah mengandung selama 9 bulan, mempertaruhkan nyawa saat melahirkan, setelah itu tiba-tiba kehilangan Sang buah hati yang dinanti-nantikan selama ini. Sungguh terlalu! Free Smileys

Peristiwa trafficking lain baru-baru ini (Desember 2009) terjadi di Tulungagung. Seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas VI SD menjadi korban trafficking dan pencabulan 8 orang pemuda yang masih tetangganya. Si tersangka mencabuli korban dan menawarkan  kepada 7 temannya untuk mencabuli korban dengan meminta imbalan 15-50ribu rupiah per orang. Tersangka "menjual" tetangganya hanya untuk sejumlah uang, deuh... sungguh  tidak beradab!

Tiga peristiwa yang disebutkan diatas hanyalah sebagian dari sekian ribu kasus yang terjadi di Indonesia, yang mungkin tidak terdeteksi oleh pihak kepolisian negara ini. Dan kenyataan ini sangatlah menyedihkan Free Avatars
Untuk mencegah dan meminimalisir angka human trafficking yang mungkin ada di sekitar kita, peran serta kita sebagai bagian masyarakat sangatlah penting. Untuk itu pengetahuan dasar tentang human trafficking sangatlah dibutuhkan. Oleh karena itu Engi mencoba untuk menyajikan rangkuman pengetahuan tentang topik ini untuk readers semua.

Apakah Perdagangan Manusia (Human Trafficking) itu?

Definisisi Menurut Persatuan Bangsa Bangsa (PBB)
Perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan, atau penerimaan seseorang, dengan ancaman, atau penggunaan kekerasan, atau bentuk-bentuk pemaksaan lain, penculikan, penipuan, kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau memberi atau menerima bayaran atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang yang mempunyai wewenang atas orang lain, untuk tujuan eksploitasi. (Protokol PBB tahun 2000 untuk Mencegah, Menanggulangi dan Menghukum Trafiking terhadap Manusia, khususnya perempuan dan anak-anak; Suplemen Konvensi PBB mengenai Kejahatan Lintas Batas Negara) 

Definisi menurut UU nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang
Tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasa, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan didalam negara untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.



Faktor-Faktor Penyebab Perdagangan Manusia (Human Trafficking)
  • Kurangnya Kesadaran: Banyak orang yang bermigrasi untuk mencari kerja baik di Indonesia ataupun di luar negeri tidak mengetahui adanya bahaya trafiking dan tidak mengetahui cara-cara yang dipakai untuk menipu atau menjebak mereka dalam pekerjaan yang disewenang-wenangkan atau pekerjaan yang mirip perbudakan.
  • Kemiskinan: Kemiskinan telah memaksa banyak keluarga untuk merencakanan strategi penopang kehidupan mereka termasuk bermigrasi untuk bekerja dan bekerja karena jeratan hutang, yaitu pekerjaan yang dilakukan seseorang guna membayar hutang atau pinjaman.
  • Keinginan Cepat Kaya: Keinginan untuk memiliki materi dan standar hidup yang lebih tinggi memicu terjadinya migrasi dan membuat orang-orang yang bermigrasi rentan terhadap trafiking.
  • Faktor Budaya: Faktor-faktor budaya berikut memberikan kontribusi terhadap terjadinya trafiking:
  • Peran Perempuan dalam Keluarga: Meskipun norma-norma budaya menekankan bahwa tempat perempuan adalah di rumah sebagai istri dan ibu, juga diakui bahwa perempuan seringkali menjadi pencari nafkah tambahan/pelengkap buat kebutuhan keluarga. Rasa tanggung jawab dan kewajiban membuat banyak wanita bermigrasi untuk bekerja agar dapat membantu keluarga mereka.
  • Peran Anak dalam Keluarga: Kepatuhan terhadap orang tua dan kewajiban untuk membantu keluarga membuat anak-anak rentan terhadap trafiking. Buruh/pekerja anak, anak bermigrasi untuk bekerja, dan buruh anak karena jeratan hutang dianggap sebagai strategi-strategi keuangan keluarga yang dapat diterima untuk dapat menopang kehidupan keuangan keluarga.
  • Perkawinan Dini: Perkawinan dini mempunyai implikasi yang serius bagi para anak perempuan termasuk bahaya kesehatan, putus sekolah, kesempatan ekonomi yang terbatas, gangguan perkembangan pribadi, dan seringkali, juga perceraian dini. Anak-anak perempuan yang sudah bercerai secara sah dianggap sebagai orang dewasa dan rentan terhadap trafiking disebabkan oleh kerapuhan ekonomi mereka.
  • Sejarah Pekerjaan karena Jeratan Hutang: Praktek menyewakan tenaga anggota keluarga untuk melunasi pinjaman merupakan strategi penopang kehidupan keluarga yang dapat diterima oleh masyarakat. Orang yang ditempatkan sebagai buruh karena jeratan hutang khususnya, rentan terhadap kondisi-kondisi yang sewenang-wenang dan kondisi yang mirip dengan perbudakan.
  • Kurangnya Pencatatan Kelahiran: Orang tanpa pengenal yang memadai lebih mudah menjadi mangsa trafiking karena usia dan kewarganegaraan mereka tidak terdokumentasi. Anak-anak yang ditrafik, misalnya, lebih mudah diwalikan ke orang dewasa manapun yang memintanya.
  • Kurangnya Pendidikan: Orang dengan pendidikan yang terbatas memiliki lebih sedikit keahlian/skill dan kesempatan kerja dan mereka lebih mudah ditrafik karena mereka bermigrasi mencari pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian.
  • Korupsi & Lemahnya Penegakan Hukum: Pejabat penegak hukum dan imigrasi yang korup dapat disuap oleh pelaku trafiking untuk tidak mempedulikan kegiatan-kegiatan yang bersifat kriminal. Para pejabat pemerintah dapat juga disuap agar memberikan informasi yang tidak benar pada kartu tanda pengenal (KTP), akte kelahiran, dan paspor yang membuat buruh migran lebih rentan terhadap trafiking karena migrasi ilegal. Kurangnya budget/anggaran dana negara untuk menanggulangi usaha-usaha trafiking menghalangi kemampuan para penegak hukum untuk secara efektif menjerakan dan menuntut pelaku trafiking.
Bentuk - Bentuk Perdagangan Manusia
Perdagangan manusia sering sekali terjadi pada wanita dan anak - anak, bentuk perdagangan manusia yang terjadi diantaranya: 

Kerja Paksa Seks & Eksploitasi seks baik di luar negeri maupun di wilayah Indonesia.

Dalam banyak kasus, perempuan dan anak-anak dijanjikan bekerja sebagai buruh migran, PRT, pekerja restoran, penjaga toko, atau pekerjaan-pekerjaan tanpa keahlian tetapi kemudian dipaksa bekerja pada industri seks saat mereka tiba di daerah tujuan. Dalam kasus lain, berapa perempuan tahu bahwa mereka akan memasuki industri seks tetapi mereka ditipu dengan kondisi-kondisi kerja dan mereka dikekang di bawah paksaan dan tidak diperbolehkan  menolak bekerja. 

Pembantu Rumah Tangga (PRT) – baik di luar ataupun di wilayah Indonesia.

PRT baik yang di luar negeri maupun yang di Indonesia di trafik ke dalam kondisi kerja yang sewenang-wenang termasuk: jam kerja wajib yang sangat panjang, penyekapan ilegal, upah yang tidak dibayar atau yang dikurangi, kerja karena jeratan hutang, penyiksaan fisik ataupun psikologis, penyerangan seksual, tidak diberi makan atau kurang makanan, dan tidak boleh menjalankan agamanya atau diperintah untuk melanggar agamanya. Beberapa majikan dan agen menyita paspor dan dokumen lain untuk memastikan para pembantu tersebut tidak mencoba melarikan diri. 

Bentuk Lain dari Kerja Migran – baik di luar ataupun di wilayah Indonesia.


Meskipun banyak orang Indonesia yang bermigrasi sebagai PRT, yang lainnnya dijanjikan mendapatkan pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian di pabrik, restoran, industri cottage, atau toko kecil. Beberapa dari buruh migran ini ditrafik ke dalam kondisi kerja yang sewenang-wenang dan berbahaya dengan bayaran sedikit atau bahkan tidak dibayar sama sekali. 

Penari, Penghibur & Pertukaran Budaya – terutama di luar negeri.

Perempuan dan anak perempuan dijanjikan bekerja sebagai penari duta budaya, penyanyi, atau penghibur di negara asing. Pada saat kedatangannya, banyak dari perempuan ini dipaksa untuk bekerja di industri seks atau pada pekerjaan dengan kondisi mirip perbudakan.

Pengantin Pesanan – terutama di luar negeri.

Beberapa perempuan dan anak perempuan yang bermigrasi sebagai istri dari orang berkebangsaan asing, telah ditipu dengan perkawinan. Dalam kasus semacam itu, para suami mereka memaksa istri-istri baru ini untuk bekerja untuk keluarga mereka dengan kondisi mirip perbudakan atau menjual mereka ke industri seks. 

Buruh/Pekerja Anak – terutama di Indonesia.

Beberapa (tidak semua) anak yang berada di jalanan untuk mengemis, mencari ikan di lepas pantai seperti jermal, dan bekerja di perkebunan telah ditrafik ke dalam situasi yang mereka hadapi saat ini.

Penjualan Bayi – baik di luar negeri ataupun di Indonesia.

Beberapa buruh migran Indonesia (TKI) ditipu dengan perkawinan palsu saat di luar negeri dan kemudian mereka dipaksa untuk menyerahkan bayinya untuk diadopsi ilegal. Dalam kasus yang lain, ibu rumah tangga Indonesia ditipu oleh PRT kepercayaannya yang melarikan bayi ibu tersebut dan kemudian menjual bayi tersebut ke pasar gelap.

Sedikit informasi diatas memberikan kita gambaran tentang perdagangan manusia yang mungkin ada di sekitar kita tanpa kita menyadarinya. Adanya kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar kita sangatlah penting untuk mencegah atau setidaknya mengurangi angka trafficking di Indonesia. Tentu saja usaha kita sebagai masyarakat membutuhkan dukungan penuh dari aparat pemerintah dan kepolisian.

BEWARE!!!

Informasi selanjutnya mengenai trafficking di Indonesia akan segera menyusul...







 

I Like It!!! Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review